
Pernah baca buku berjudul : Tahun 2015 Indonesia "pecah" karangan Djuyoto Suntani? Kalau belum, wajar.
Buku ini memang baru beredar dipasar, launchingnya saja baru beberapa minggu yang lalu, dengan launching yang lumayan besar.
Judul buku sempat buat geger di beberapa kalangan, karena judulnya sebuah prediksi jauh kedepan tentang ngeri Indonesia.
Penulis buku ini mencoba meramalkan kondisi Indonesia sekarang dan Indonesia yang akan pecah pada 2015.
Namun isi buku ini kebanyakan hanya membahas tentang gong perdamaian yang dibuat oleh Indonesia untuk misi perdamaian dunia yang diselenggarakan beberapa waktu lalu.
Pembahasan tentang mengapa Indonesia akan pecah di 2015 malah dibahas pada bab-bab akhir buku ini. Mustinya, isi sebuah buku harus sesuai dengan judulnya.
Buku ini juga membahas tentang rongrongan asing dalam berbagai bentuk kepada Indonesia, dengan tujuan memecah belah Indonesia. Diantaranya tentang jaringan iluminati dan freemasonri.
Rongrongan asing yang dibahas di buku ini menurut saya bedasarkan teori konspirasi yang mengandalkan intuisi tanpa bukti konkrit. Sah-sah saja menggunakan teori konspirasi, tapi sertakan juga bukti yang menguatkan teori tersebut.
Dalam buku ini Djuyoto Suntani mengatakan kalau Yahudi, freemasonri berniat memecah belah Indonesia, tapi ia juga menyatakan kalau freemasonri juga menyerang yahudi.
Untuk Yahudi memang ada fakta yang mendukung hal tersebut, tapi tentang freemasonri yang menyerang yahudi, apa itu tidak salah? freemasonri itu ya yahudi, hampir semua kalangan tahu akan hal tersebut. freemasonri juga tumbuh subur di Amerika Serikat. ko bisa dibilang freemasonri menyerang yahudi, sedangkan di amerika sendiri yahudi begitu dilindungi oleh freemasonri, dan diduga freemasonri adalah pemerintah bayangan di amerika yang memutuskan semua keputusan negara tersebut.
Djuyoto Suntani juga menyebutkan Indonesia akan pecah pada 2015 berdasarkan siklus tatanan dunia baru, dimana teori ini menyatakan bila sebuah negara besar akan pecah setiap 70 tahun sekali.
Menurut saya ini mengada-ngada, karena banyak negara besar yang tidak pecah walaupun telah berumur lebih dari 70 tahun, seperti Amerika, Cina, Inggris dan lain sebagainya.
Saya kira perlu dilakukan riset yang mendalam terhadap kebenaran teori ini.
Secara keseluruhan, isi buku ini menurut saya terlalu mengambang dan terlalu campur aduk karena pecahnya Indonesia pada 2015 dibahas dari berbagai sisi termasuk sisi supranatural. Campur aduk dan tidak fokusnya dasar pembahasan buku ini, menjadikan buku ini terbilang aneh.
Tapi secara keseluruhan, buku ini bisa dijadikan sebagai early warning bagi bangsa Indonesia yang sedang terpuruk.
Jangan biarkan negeri kita tercinta pecah hanya karena pemerintah dan pejabat wakil rakyat yang korup dan tidak punya hati nurani merusak bangsa.
Kita juga jangan lengah atas ancaman nyata dari pihak asing yang menginginkan terpecah belah dan mudah unutk dihasut.
Salam perjuangan.